Kesepuluh Firman (Kitab Keluaran 20:1-17) Exo 20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: Exo 20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 2. Penting untuk diperhatikan, bahwa dasar dari perintah-perintah Allah, serta landasan dari kewajiban bangsa itu untuk menaatinya ialah kenyataan
Di Keluaran 40:29 menyatakan: "Mezbah korban bakaran ditempatkannyalah di depan pintu Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu, dan dipersembahkannyalah di atasnya korban bakaran dan korban sajian seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.". Kata "mezbah korban bakaran" ( mizbah ha-olah) merupakan tugas Imam sehingga diharapkan melalui
Struktur kisah masa kecil Musa terdiri dari tiga unsur utama: (1) ay 1-4, kelahiran dan pembuangan si anak; (2) ay 5-6, ia ditemukan oleh putri Firaun; dan (3) ay 7-10, pengadopsian. Kisah ini dibuka dengan kisah kelahiran sang bayi. Tidak ada satu pun keajaiban yang terjadi. Yang ada hanyalah suasana keterancaman.
Jerusalem: Kel 2:1-10 Kisah ini umum dianggap berasal dari tradisi Yahwista-Elohista atau hanya dari tradisi Elohista saja. Ende: Kel 2:1 Di sini mulailah kerja Tuhan, jang sebetulnja merupakan landjutan dari karja-KeselamatanNja dahulu. Tuhan mentjiptakan umatNja dari ketiadaan, artinja: dari keturunan para Bapa-Bapa jang telah begitu merosot.
Pengakuan atau kredo, perempuan sebagai penolong laki-laki dalam kitab Kejadian 1 dan 2 terulang kembali dalam keluaran pasal 1 dan 2. Bahwa Tuhan Allah menghadirkan para perempuan sebagai penolong di tengah ancaman kematian kaum laki-laki.
Nas-nas Kitab Suci tidak sepakat mengenai nama mentua Musa. Di sini ia bernama Rehuel dan dikatakan imam di Midian. Tetapi dalam Kel 3:1; 4:18; 18:1 mentua Musa bernama Yitro. Dalam Bil 10:29 ia disebut Hobab bin Yitro. Dalam Bil 10:29 ia disebut Hobab bin Rehuel, orang Midian, sedangkan dalam Hak 1:16; 4:11 disebut Hobab orang Keni. Orang dapat menganggap nama Rehuel dalam Kel 2:17 sebagai
Minggu 16 September 2018, Khotbah Kejadian 33:1-11. sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.". Damai bisa dimaknai dengan keadaan tenang, tiada peperangan atau konflik, ketiadaan kekerasaan dalam lingkup social kemasyarakatan dan sering juga dikaitkan dengan suasana hati, pikiran dan badan yang nyaman tanpa gangguan.
vddCIG.
khotbah keluaran 2 1 10